' Nuqy Nuqy: Konsep Media Pembelajaran

Friday, December 27, 2013

Konsep Media Pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

A. Media Pembelajaran Unsur Bahasa

Dalam kajian linguistik menggunakan pendekatan struktural yang terdiri dari komponen-komponen yang dapat dipisahkan dan di bedakan satu komponen dari komponen yang lain[1] :
1.      Media pembelajaran aswat (bunyi)
Dalam pembelajaran bahasa, penguasaan bunyi merupakan salah tujuan penting.
Tujuan pembelajaran bunyi secara umum meliputi :penguasaan seluru sistem bunyi baik dalam mengenal bentuk dan memahami bunyi secara resepetif. Selain bunyi dalam bentuk konsonan dan vokal sistem bunyi juga meliputi tinggi rendahnya suara (al-thul), tekanan kata dan kalimat (al-nabr), lagu kalimat atau intonasi (al-tanghim), dan lain sebagainya.
Media pembelajaran yang bisa di gunakan untuk mengajarkan bunyi adalah : laukhah an-nutqi (bagian artikulasi ucap) yang terdiri dari beberapa alat ucap baik yang bergerak atau tetap.
Media lain yang bisa digunakan untuk mengajarkan bunyi adalah bentuk kartu bergambar , bentuk lain dari media pembelajaran bunyi yang bisa di gunakan adalah rekaman bunyi-bunyi hijaiyah pada kaset atau CD, atau rekaman bacaan al-qur’an untuk mengajarkan utamanya adalah intonasi, tekanan dan waqafatau dalam bentuk percakapan dua orang atau lebih.
2.      Media pembelajaran mufrodat (kosakata)
Pemilihan kosakata yang tepat merupakan hal penting untuk mengungkapkan makna yang di kehendaki. Pemahaman yang tepat terhadap kosakata yang di gunakan di tentukan oleh kosakata yang digunakan.
Menurut Ismail Shinny dan Abdullah dalam mengarkan kosakata pada siswa ada beberapa langkah yang harus di perhatikan antara lain :
a.       Dengan cara menunjuk langsung pada benda yang diajarkan.
b.      Dengan cara menghadirkan miniatur dari benda yang diajarkan.
c.       Dengan cara memberikan gambar dari kosakata yang diajarkan.
d.      Dengan cara memperagakan dari kosakata yang ingin disampaikan.
e.       Dengan cara memasukkan kosakata yang diajarkan dalam kaliamat.
f.       Dengan cara memberikan padanan kata.
g.      Dengan cara memberikan lawan kata.
h.      Dengan cara memberikan definisi dari kosakata yang diberikan.
Apabila dari langkah-langkah di atas masih belum dipahami oleh siswa maka cara yang tepat adalah menggunakan bahasa ibu sebagai langkah yang terakhir.
Adapun media yang bisa di gunakan dalam pembelajaran kosakata[2] adalah:
a.       Miniatur benda asli
Miniatur adalah bentuk kecil dari benda yang sebenarnya, seperti : miniatur mobil, apartemen, buah-buahan  dan lain-lain.
b.      Foto atau gambar
Foto dari sebuah benda aslinya yang dihasilkan dari camera, yang bisa di gunakan untuk media pembelajaran kosakata begitu juga  dengan gambar yang di buat oleh guru, dan biasanya foto atau gambar di buat dalam bentuk kartu dengan ukuran  16 x 20 cm dan lebih menarik lagi apabial kartu tersebut berwarna-warni .
Dan masih banyak  lagi media yang dapat di gunakan oleh seorang guru dalam media pembelajaran bahasa yang tentunya tergantung pada tingkat keaktifan, kreatifitas dan inovasi guru bahasa.
3.      Media pembelajaran qowaid (tata bahasa)
Adapun Media pembelajaran qowaid (tata bahasa)[3]. Sebagai komponen bahasa, tata bahasa merupakan bagian yang berkaitan dengan penataan kata dalam rangkaian kata-kata. Rangakaian kata itu menghasilkan frasa aatu kalimat. Dalam pembelajaran bahasa arab sekarang ini, komponen ini diajarkan secara wadifi, yaitu tata bahasa fungsional dalam sebuah kalimat yang terintegrasikan dalam empat maharoh yang diajarkan, sehingga siswa akan dapat menggunakan dari pola yang telah di contohkan, baik dalam istima’, kalam, qiroah dan kitabah.
Dalam hal ini media yang di gunakan antara lain adalah :
a.       Kotak tata bahasa.
Kotak bahasa adalah sebuah kotak yang berbentuk kubus, yang berukuran 20 x25 cm, dan masing-masing dari sisi kubus itu terdapat kosakata baik berbentuk kata kerja, kata benda atau huruf yang lainnya.
b.      Papan saku.
Papan saku ini merupakan papan yang terbuat dari kayu yang mana fungsinya unutk meletakkan kartu yang telah disiapkan oleh guru. Dan, biasanya kartu yang digunakan adalah kosakata (bithoqoh wamadhiyah).
c.       Papan tali.
Papan ini sama seperti papan sebagai mana mestinya hanya saja papan ini ditambah dengan tali yang memanjang dari kanan ke kiri sebagai gantinya saku dimana fungsinya unutk menggantungkan kartu yang telah disiapkan oleh guru.
Perbedaan diantaranya keduanya adalah kalau papan saku kartunya di masukkan, sedangkan papan tali kartunya digantung.

  1. Jenis-jenis media pembelajaran
1.      Media Pandang Non Proyeksi
Media Non Proyeksi merupakan media yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang berkarakter dua dimensi maupun tiga dimensi. Dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sinar listrik atau proyektor.[4]
Adapun Macam-macam media pandang non proyeksi yaitu:
a.       Papan Tulis
Kelebihannya :
- Penyajian pelajaran dapat dilakukan dengan jelas, selangkah demi selangkah     secara sistematis.
- Apabila terjadi kekeliruan dapat segera diperbaiki
- merangsang siswa untuk bekerja lebih baik
- mendorong siswa berpartisipasi dalam memecahka masalah
- Memotivasi siswa dalam belajar
b.      Gambar dan Foto
   Kelebihannya :
- Kongkrit dan realistis dalam menunjukkan suatu masalah
- Dapat mengatasi ruang dan waktu
- Memungkinkan siswa mempelajari sesuatu secara detail
- Cocok untuk display dan belajar sendiri
- Murah dan mudah didapat
- Tidak memerlukan peralatan khusus dalam menggunakannya
 Kelemahannya :
- Hanya menekankan persepsi indera mata
- Kurang efektif dalam kegiatan pengajaran

c.       Grafik
 Kelebihannya :
- Bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data kuantitatif
- Memudahkan dalam menganalisis, interpretasi, dan komparasi antara data-  data yang disajikan
- Menyajikan data dengan jelas, cepat, menarik, ringkas dan logis
d.      Papan Flanel
   Kegunaannya :
- Dapat digunakan untuk semua tingkat pendidikan
- Dapat dipakai dalam berbagai situasi belajar
- Dapat digunakan untuk menerangkan perbandingan atau persamaan secara sistematis
Kelebihannya :
-  Dapat dibuat sendiri oleh pendidik
-  Dapat memusatkan perhatian siswa
- Dapat menghemat waktu dan tenaga pendidik pada saat menerangkan   pelajaran

2.       Media Pandang Proyeksi
Media pandang proyeksi adalah merupakan salah satu kelompok media pengajaran yang dalam operasionalisasinya memerlukan proyeksi atau penyorotan dengan cahaya, sehingga bisa dipandang atau dilihat oleh pengguna media tersebut.[5]
Adapun macam-macam Media pandangProyeksi yaitu :
a.        Overhead Projector (OHP)
OHP merupakan alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga bahan yang berbentuk lembaran dan transparan di letakkan di sumber-sumber cahaya dan gambarnya di proyeksikan lewat atas kepala dari jarak dekat ke layer yang terletak di belakang operator.
                        Manfaatnya :
- Gambar/tulisan yang diproyeksikan lebih jelas
- Sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa
- Benda-benda kecil dapat diproyeksikan langsung, meskipun hasilnya berbentuk bayangan
- Tidak memerlukan proyeksionis khusus
- Lebih sehat bila dibandingkan dengan papan tulis
Disamping kemanfaatan diatas, OHP memiliki kelemahan antara lain menyebabkan siswa pasif.
b.       Slide
Slide merupakan gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Film slide biasa dibuat dengan ukuran 35 mm. Slide memiliki dua bentuk, yaitu pertama, bentuk tradisional yang lepas satu persatu, dan kedua, bentuk baru yang dibungkus dalam tempat khusus lalu dimasukkan kedalam proyektor dan secara otomatis berputar seperti film biasa.
                        Manfaatnya :
- Materi yang sama dapat disebarkan kepada siswa secara serentak
- Perhatian siswa dipusatkan kepada satu point tertentu
- Fungsi berpikir siswa dikembangkan secara bebas
- Kecepatan dan frekuensi putar bisa diatur oleh guru
- Dapat digunakan untuk menyajikan berbagai materi baik individual maupun kelompok
c.       Film Strip
Berbeda dengan slide, gambar pada film strip berurutan dan merupakan satu kesatuan. Ukuran filmnya sama dengan slide yaitu 35 mm. Sebagaimana hanya slide, film strip juga bisa ditampilkan dengan suara maupun tanpa suara. Suara yang dimasukkan dalam film merupakan penjelas isi. Selain suara penjelas isi film juga bisa berbentuk buku pedoman atau narasi tulis.
                        Manfaatnya :
-Tidak memerlukan ruangan gelap untuk menampilkannya, dan kecepatannya bisa diatur.
- Film strip bisa menggabungkan berbagai media, misalnya gambar, chart, table, symbol, kartun,dll.
- Mempertinggi minat siswa
- Merangsang diskusi kelas
- Dapat digunakan semua bidang studi dan setiap tingkat usia

3.      Media Dengar
Media Dengar berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan-pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif baik verbal maupun non verbal. Dalam PBM media ini mengandung pesan auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik, sehingga terjadi proses belajar mengajar. Penggunaan media dengar dalam PBM perlu didesain dengan baik dan digunakan secara optimal, agar dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran.[6]

Adapun macam-macam Media Dengar yaitu :
a.        Rekaman
Media ini terdiri dari perangkat keras berupa alat perekam (tape recorder) dan perangkat lunak berupa progam dalam pita rekaman. Media ini dapat digunakan untuk melatih ekspresi lisan dan komprehensi lisan.
Melatih komprehensi lisan atau menyimak dapat dilakukan dengar memperdengarkan rekaman sebuah cerita atau teks, kemudian guru menanyakan kepada siswa, apa yang didengarnya melalui pemutaran rekaman cerita tersebut. Sedangkan un tuk melatih ketrampilan ekspresi lisan dapat dilakukan dengan menggunakan metode latihan siap atau praktek.
                         Rekaman memiliki kelebihan yaitu :
- Media ini menggunakan perangkat keras yang mudah diperoleh dan dimiliki oleh guru
-  Dapat digunakan tanpa kehadiran guru
- Dapat digunakan secara klasikal atau individual
Di samping hal-hal positif di atas, rekaman juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:
- Tidak semua ketrampilan bahasa dapat dituangkan dalam rekaman
- Interaksi antara guru dan siswa kurang hidup. Sebagaian peran guru digantikan media dan kegiatan siswa banyak bersifat mekanis
- Penggunaan media dalam latihan praktek biasanya menjemukan, terutama bagi siswa yang pandai

b.       Radio
Media ini berupa program siaran radio yang disalurkan dari pemancar, kemudian diterima oleh alat penerima radio untuk didengar oleh penerima informasi. Bentuk siaran radio dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: a) program dalam bentuk pidato, b) program dalam bentuk dialog atau tanya jawab, c) program dalam bentuk drama atau sandiwara. Media ini dapat digunakan untuk mengajarkan ketrampilan menyimak.

Radio memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
- memiliki jangkauan yang luas
- Ukuran media ini relatif kecil, sehingga dapat dibawa kemana-mana
- Siaran yang dipresentasikan lewat radio kadang dapat menimbulkan kesan lebih kuat dan lebih hidup dari pada TV
Di samping hal-hal di atas, radio juga memiliki keterbatasan, yaitu:
- Tidak dapat mengkomunikasikan informasi secara visual, sebab radio hanya berkarakteristik tunggal, yaitu suara. Informasinya sangat abstrak sehingga kemungkinan diserap sangat kecil
- Konsentrasi individu untuk mendengarkan sangat terbatas, sehingga tidak mungkin mengkomunikasikan materi yang banyak melalaui media ini
c.    Piringan hitam
Pada dasarnya piringan hitam (PH) tidak jauh berbeda dengan pita rekaman. Keduanya berfungsi merekam suatu program yang dapat diputar kembali untuk mengkomunikasikan program itu kepada penerima informasi. Dengan majunya dunia rekaman, terutama rekaman dengan menggunakan pita kaset, dari hari ke hari PH semakin terdesak. Hal ini disebabkan beberapa aspek, yaitu:
1) Perekaman tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan oleh perusahaan PH.
2) Rekaman pada PH tidak dapat dihapus atau diganti.
3) Perangkat kerasnya berupa pick up relatif lebih besar dari pada tape recorder, sehingga tidak praktis di bawa ke mana-mana.
Meskipun demikian, seiring perkembangan teknologi, dewasa ini PH diproduksi dalam bentuk sangat tipis seperti kertas, sehingga memungkinkan untuk diselipkan sebagai penyerta media cetak tetentu.

d.       Laboratorium bahasa
Media ini merupakan alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri dalam bilik akvistik dan kotak suara yang telah disediakan. Siswa mendengarkan suara guru atau suara radio kaset melalui head phone (Asmawi, 2002: 92). Dengan menggunakan media ini siswa dapat segera memperbaiki kesalahan berbahasa.

4.      Media Pandang Dengar
Media pandang dengar (audio visual) merupakan media yang berkaitan dengan indera penglihatan dan pendengaran secara bersama-sama. Dapat dibedakan menjadi media audio visual gerak maupun media audio visual diam.[7]
Adapun Macam-Macam Media Pandang Dengar yaitu
a.        Sound slide
                                     Kelebihannya:
- Dapat mengkomunikasikan pesan melalui lambang verbal dan visual sekaligus.
- Dapat dipresentasikan tanpa kehadiran guru.
- Dapat digunakan secara klasikal maupun individual.
                                     Kekurangannya:
- Media ini belum dapat mengkomunikasikan informasi melalui lambang gerak.
-  Proses pembuatannya memerlukan waktu relatif lama.
- Presentasi gambar tidak dapt diperlama, karena harus menyesuaikan dengan presentasi audionya.




b.  Film
                                    Kelebihannya:
- Dapat mengkomunikasikan informasi lewat lambang verbal, visual, dan gerak. Sehingga informasi lebih kongkrit dan mudah diserap.
- Dalam waktu relatif singkat media ini dapat mengkomunikasikan informasi cukup banyak.
- Dapat dipresentasikan tanpa kehadiran guru.
                                     Kelemahannya:
- Harganya relatif mahal, sehingga jarang sekali sekolah yang memilikinya.
- Pembuatan programnya relatif lama, dan tidak dapat dilakukan sendiri oleh guru.
- Presentasinya memerlukan ruangan khusus.
c.  Televisi (TV)
                                    Kelebihannya:
- Dapat menjangkau sasaran secara luas
- Dapat mengkomunikasikan informasi dengan lambang gerak
- Dapat memvisualkan informasi
                                    Kelemahannya:
- Jangkauan siarannya tidak seluas siaran radio
- Lebih didominasi oleh unsur hiburan
- Dengan adanya visualisasai, kadang-kadang fantasi dan imajinasi siswa kurang berkembang

C.  Jenis-jenis media pembelajaran bahasa arab
1.  Aspek berbahasa arab (mufrodat dan tarkib)
Media pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran bahasa arab aspek mufrodat yakni dengan menggunakan gambar, musik, kartu, foto, gambar garis kendatipun amat sederhana namun dapat menyampaikan cerita atau pesan-pesan penting. Bentuk objek yang sederhana dapat dilukiskan dengan gambar garis tanpa mengkhawatirkan penafsiran yang keliru dari siswa misalnya gambar rumah atau tas seperti dalam gambar-gambar hewan atau manusia itu dapat digunakan untuk pengajaran bahasa arab atau bahasa inggris khususnya kosa kata.[8]
Media pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran bahasa arab tentang tarkib/ susunan kata yaitu dengan menggunakan strip story, papan kantong, papan tulis. Teknik  strip story mempermahir siswa menyusun kalimat atau ayat-ayat menjadi satu untaian surah. Untuk mempermahir menyusun kata-kata kedalam satu kalimat juga bisa digunakan teknik kartu yang di acak.
                        2.  Media pembelajaran ketrampilan berbahasa arab
                            a.   Media pembelajaran istima’
Beberapa media pembelajaan yang dapat di gunakan dalam materi  istima’ antara lain: piringan (CD), kaset/ tape recorder, siaran radio, drama, bermai peran, prmainan bahasa dan laboratorium bahasa., pembelajaran istima' di sampaikan dengan menggunakan media audio. Hal ini di karenakan untuk mendatangkan natiq asli (native speaker) tidaklah mudah, sementara itu jika di lakukan oleh guru langsung yang notabone bukan orang arab asli, biasanya pada perbedaan logat dengan bahasa aslinya. Media audio biasanya adalah tape recorder, CD, dan laboratorium bahaasa. Hanya saja jika di lihat dari pertimbangan efisiensi,maka tape recorder dan CD merupakan pilihan media yang cukup murah dan efektif di gunakan. Istima' di maksudkan untuk memperdengarkan bunyi bahasa arab kepada siswa untuk di tirukan dan di hafalkannya, dalam pengembangan strategi ini lebih menitik beratkan pada aspek pemahaman dan pengungkapan kembali terhadap apa yang sudah di dengarkannya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Strategi ini bertujuan untuk melatih kemampuan mendengarkan bacaan dan memahami isi bacaannya secara global. Dalam strategi ini yang di butuhkan adalah rekaman bacaan dan potongan-potongan teks yang terkait dengan isi bacaan tersebut untuk di bagikan kepada siswa.[9]
b.       Media pembelajaran Qira'ah
      Pembelajaran qiroah (membaca) seringkali di sebut dengan pelajaran muthala'ah (menela'ah). Keduanya memang sama-sama belajar yang berbasis bacaan. Namun demikian, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Qira'ah dapat diartikan sebagai pelajaran membaca, sedangkan muthala'ah lebih menekankan pada aspek analisis dan pemahaman terhadap apa yang di baca. Karena keduanya memiliki perbedaan penekanan, maka dalam pemilihan metode atau strategi pembelajarannya pun tentu akan terdapat perbedaan. Kedua istilah tersebut juga dapat di pahami sebagai prose,artinya bahwa ketrampilan membaca itu meliputi latihan membaca dengan benar sampai dengan taraf kemampuan memahami dan menganalisis isi bacaan. Strategi ini biasanya di gunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menuangkan isi dari yang di baca ke dalam bentuk tabel. Isi dari tabel tersebut dapat di sesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan pembelajarannya.
c.       Media pembelajaran kitabah
      Kitabah seringkali di sebut juga dengan insya'. Istilah tersebut sama-sama di gunakan untuk menunjukkan ketrampilanm berbahasa dalam bentuk tulisan. Pembelajaran kitabah, sebagaimana ketrampilan yang lain juga memiliki tingkatan. Ketrampilan menulis yang paling mendasar adalah ketrampilan menuliskan huruf-huruf arab bagi secara terpisah maupun bersambung. Setelah kemampuan ini di kuasai, barulah dapat di tingkatkan pada kemampuan menyusun kalimat , menyusun paragraf, sampai akhirnya dapat membuat sebuah artikel, atau tulisan secarah utuh. Dalam tulisan ini strategi pembelajaran kitabah lebih diarahkan pada siswa yang telah menguasai kaidah-kaidah menulis huruf arab dan mengenal cukup banyak kosakata bahasa arab.
d.      Media pembelajaran kalam
Yang dimaksud dengan kegiatan berbicara (kalam) adalah mengucapkan suara-suara bahasa Arab dengan benar menurut pakar bahasa itu. Keterampilan berbicara dapat terwujud setelah keterampilan menyimak dan mengucapkan kosa-kata bahasa Arab. Keterampilan ini dapat berupa percakapan, diskusi, cerita atau pidato.[10]

            D.  Kelebihan dan kelemahan jenis-jenis pembelajaran bahasa arab.
1.   Radio tape
Kelebihanya adalah dapat digandakan untuk keperluan perorangan sehingga pesan dan isi pelajaran dapat berada di beberapa tempat pada waktu yang bersemangat. Adapun  kekurangan radio tape adalah dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi, serta kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam-macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman-rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda denganya.[11]
2.      Audio visual
Kelebihannya adalah dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio visual termasuk gambar diam, film,objek, specimen dan drama. Media ini dapat memberikan pada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri. Sedang kekurangan audio visual adalah hanya menyajikan komunikasi satu arah, guru tidak memiliki kesempatan merefisi film sebelum disiarkan.



3.      Film dan video
Kelebihanya adalah dapat menggambar suatu proses secara tepat. Sedangkan  kekuranganya yakni memerlukan biaya yang banyak atau mahal dan waktu yang banyak.
4.      Komputer
Kelebihannya yaitu dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran, karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat efektif dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan. Komputer dapat merangsang siswa melakukan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik yang dapat menambah realisme.
Kekurangannya adalah dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentang komputer baik dari pengajar maupun siswa didik dan tentunya perlu biaya yang tidak kecil untuk pengadaan komputer serta program yang tersedia saat ini belum memperhitungkan kreatifitas siswa sehingga hal tersebut tidak akan dapat mengembangkan kreatifitas siswa.














BAB III
KESIMPULAN
KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

A. Media Pembelajaran Unsur Bahasa

Dalam kajian linguistik menggunakan pendekatan struktural yang terdiri dari komponen-komponen yang dapat dipisahkan dan di bedakan satu komponen dari komponen yang lain[12] :
4.      Media pembelajaran aswat (bunyi)
5.      Media pembelajaran mufrodat (kosakata)
6.      Media pembelajaran qowaid (tata bahasa)

B.     Jenis-jenis media pembelajaran
1.      Media Pandang Non Proyeksi
             Media Non Proyeksi merupakan media yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang berkarakter dua dimensi maupun tiga dimensi. Dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sinar listrik atau proyektor.
2.      Media Pandang Proyeksi
                          Media pandang proyeksi adalah merupakan salah satu kelompok media pengajaran yang dalam operasionalisasinya memerlukan proyeksi atau penyorotan dengan cahaya, sehingga bisa dipandang atau dilihat oleh pengguna media tersebut
1.      Media Dengar
Media Dengar berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan-pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif baik verbal maupun non verbal. Dalam PBM media ini mengandung pesan auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik, sehingga terjadi proses belajar mengajar. Penggunaan media dengar dalam PBM perlu didesain dengan baik dan digunakan secara optimal, agar dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran.
2.      Media Pandang Dengar
Media pandang dengar (audio visual) merupakan media yang berkaitan dengan indera penglihatan dan pendengaran secara bersama-sama. Dapat dibedakan menjadi media audio visual gerak maupun media audio visual diam
C.  Jenis-jenis media pembelajaran bahasa arab
1.  Aspek berbahasa arab (mufrodat dan tarkib)
                        2.  Media pembelajaran ketrampilan berbahasa arab
                             a.   Media pembelajaran istima’
                 b.  Media pembelajaran Qira'ah
                 c. Media pembelajaran kitabah
                d. Media pembelajaran kalam
            D.  Kelebihan dan kelemahan jenis-jenis pembelajaran bahasa arab.
Diantara Media-media yang ada diantaranya: Radio tape, Komputer, Film dan video, Audio visual. Sudah jelas pasti ada kelemahan dan kelebihannya sendiri. Oleh karena itulah para pendidik dianjurkan untuk memakainya secara keseluruhan (kalau bisa). Supaya apa yang di sampaikan bisa lebih sempurna dan saling melengkapi.












DAFTAR PUSTAKA

H.M Abdul Hamid,H.Uril Baharuddin dan Bisri Musthofah. 2008. Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: Sukses Offset.
Miarso, Yusufhadi.1984. Teknologi Komunikasi Pendidikan, Jakarta: CV. Rajawali.
Abdu Wahab Rosyidi, 2009, Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang:UIN-MALANG PRESS.
Radliyah Zaenuddin, 2005, Metodologi dan Strategi Alternatif pembelajaran Bahasa Arab.yogyakarta, PUSTAKA RIHLAH GROUP.
Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, 2011, Strategi Pembelajaran Bahasa.Bandung, PT REMAJA ROSDAKARYA.
Nana Sudjana, 1997, Media Pengajaran, Bandung.SINAR BARU.


















[1] Abdu Wahab Rosyidi, 2009, Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang:UIN-MALANG PRESS.Hal.51.
[2] Ibid.Hal.54.
[3] Ibid.Hal.58.
[4] Abdul Hamid,H.Uril Baharuddin dan Bisri Musthofah. 2008. Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: Sukses Offset.Hal. 37.

[5] Ibid.Hal.49.
[6] Ibid.Hal.52.
[7] Ibid.Hal.56.
[8] Miarso, Yusufhadi.1984. Teknologi Komunikasi Pendidikan, Jakarta: CV. Rajawali.Hal.23.

[9] Ibid.Hal.28.
[10] Radliyah Zaenuddin, 2005, Metodologi dan Strategi Alternatif pembelajaran Bahasa Arab.yogyakarta, PUSTAKA RIHLAH GROUP.Hal.62.
[11] Ibid.Hal.31.
[12] Abdu Wahab Rosyidi, 2009, Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang:UIN-MALANG PRESS.Hal.51.

0 comments: